Teori Konstrukvistik



Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompok dalam teori pembelajaran konstruktivis (constructivist theories of learning). Teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa, agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan. Siswa
harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan ide-ide terbaiknya yang berguna dalam proses pemecahan.
Teori konstruktivisme berlandaskan pada teori Piaget, Vygotsky, teori-teori pemrosesan informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain, seperti teori Bruner. Merujuk pada teori Bruner bahwa pembelajaran secara konstruktivisme berlaku pada saat siswa membina pengetahuan dengan menguji ide dengan pendekatan berasaskan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Siswa kemudian mengimplikasikannya pada satu situasi baru dan mengintegerasikan pengetahuan baru yang diperoleh dari pembimbing atau guru.
Menurut Mc Brien dan Brandt (1997) konstruktivisme adalah satu pendekatan pembelajaran berasaskan kepada penelitian tentang bagaimana manusia belajar. Kebanyakan peneliti berpendapat setiap individu membina pengetahuan dan bukannya hanya menerima pengetahuan dari orang lain. Brooks dan Books (1993) pula menyatakan konstruktivisme berlaku apabila siswa membina makna tentang dunia dengan mensintesis pengalaman baru pada apa yang telah dipahami sebelumnya.
Pendekatan teori konstruktivisme lebih menekankan siswa dari pada guru. Penekanan tersebut berupa tindakan siswa yang lebih aktif dibandingkan guru, dengan harapaan siswa akan mendapatkan materi dan pemahaman. Pada teori ini siswa dibina secara mandiri melalui tugas dengan konsep penyelesaian suatu masalah.
Dapat disimpulkan bahwa teori konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Tuntutan pada teori  konstruktivisme lebih terletak pada penyelesaian sebuah masalah dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi pondasi utama dalam teori konstruktivisme.