Teknik Dasar Sepaktakraw

Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan yang baik. Kemampuan yang sangat penting dan sangat perlu adalah kemampuan dasar bermain sepaktakraw (Ratinus Darwis dan Penghulu Basa, 1992: 15). Tanpa menguasai kemampuan dasar atau teknik dasar, maka permainan sepaktakraw tidak dapat dimainkan dengan baik. Agar dapat melatih penguasaan teknik dan taktik permainan sepaktakraw harus berpedoman pada gerakan-gerakan yang mudah ke sulit. Oleh karena itu, dalam usaha menguasai dan meningkatkan keterampilan teknik sepaktakraw harus dilakukan latihan secara kontinyu, sistematik dan metodis. Muhammad Suhud dalam Husni Thamrin, dkk.(1995: 5) mengatakan bahwa untuk melatih penguasaan teknik dan taktik permainan sepaktakraw terutama bagi pemula harus berpedoman pada gerakan-gerakan dari yang mudah ke sukar, dari yang dikuasai ke yang belum dikuasai. Menurut Husni Thamrin dan Yudanto (2006: 6), unsur-unsur teknik dasar memainkan bola takraw adalah teknik menyepak, memainkan  dengan kepala, memainkan dengan dada, memaha dan membahu.
Sedangkan menurut Ucup Yusup, dkk. (2004: 30-42) dan Sudrajat Prawirasaputra (2000: 24-37), teknik dasar dalam bermain sepaktakraw meliputi:

a. Sepaksila
Sepaksila berfungsi sebagai sepakan sajian awal (servis) atau sepak mula, untuk menerima smes dan langsung disambungkan dan diarahkan kepada apit kiri atau kanan, dan untuk menyuguhkan umpan kepada smesher.

b. Sepakkuda
Fungsi sepakkuda adalah sebagai sepakan smes yaitu dengan cara melakukan gulingan badan (seperti salto) dan sentakan kaki pada waktu melakukan sepakan.

c. Sepakbadak
Fungsi sepakbadak ini sebagai upaya untuk meraih bola yang datang cepat dan pemain tidak sempat memutarkan badan.

d. Sepakcungkil
Kedatangan bola yang cepat sehingga pemain tidak sempat melangkahkan kaki untuk berdiri lebih dekat dengan bola di tempat bola akan jatuh. Fungsi sepakcungkil yaitu sebagai upaya mengangkat bola yang hampir menyentuh tanah atau jauh dari jangkauan kaki.

e. Heading (Sundulan Kepala)
Fungsi heading ini sebagai alat pembendung (blocking) atau smes juga digunakan sebagai umpan.

f. Memaha
Fungsi memaha bola adalah sebagai penahan smes atau sepak mula.

g. Mendada
Fungsi mendada bola adalah sebagai penahan bola smes atau sepak mula.

h. Menapak
Fungsi menapak bola ini adalah sebagai alat serangan dengan cara menekan bola “umpan” yang berada di bibir net.

i. Sepak mula (Servis)
Fungsi sepak mula adalah sebagai awal dari permainan.

j. Smash kedeng
Fungsi smes kedeng adalah sebagai alat serangan untuk bola di daerah lawan.

k. Blocking
Fungsi blocking adalah sebagai alat pertahanan untuk menggagalkan serangan lawan.

Menurut Ratinus Darwis dan Penghulu Basa (1992: 16), teknik dasar bermain sepaktakraw adalah: 1) sepakan/ menyepak, meliputi; sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil, menapak, dan sepak badek/ sepak simpuh. 2) main kepala (heading), meliputi; dahi, samping kanan kepala, samping kiri kepala, belakang kepala. 3) mendada, 4) memaha, dan 5) membahu. Sedangkan menurut Fouzee yang dikutip dalam Husni Thamrin, dkk. (1995: 6), keterampilan dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain untuk bermain Sepaktakraw ialah: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil, menapak, memaha, badek, mendada, membahu, menanduk dengan dahi, menanduk dengan belakang kepala, menanduk dengan sisi kanan dan kiri. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur teknik dasar bermain sepaktakraw ialah teknik menyepak, teknik memainkan dengan kepala, teknik mendada, teknik memaha dan teknik membahu. Teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain sepaktakraw banyak ragamnya, peneliti hanya menentukan faktor-faktor keterampilan bermain sepaktakraw yang sangat dominan dipakai dalam permainan sepaktakraw, yaitu sepakmula, sepaksila, sepakkuda, heading dan smash. Hal ini disebabkan karena teknik dasar di atas merupakan teknik yang dominan sering dipakai dalam bermain sepaktakraw.


 
Real Time Analytics