Faktor-faktor Kesulitan Belajar

Karakteristik anak yang mengalami kesulitan belajar dapat ditunjukkan dalam karakteristik behavioral, fisikal, bicara dan bahasa serta kemampuan intelektal dan prestasi belajar (Sugihartono, dkk, 2007: 155). Latar belakang terjadinya kesulitan belajar atau ketidak beresan dalam belajar banyak sekali macam ragamnya. Tetapi bila penyebab kesulitan belajar itu dikaitkan dengan fakor-faktor yang berperan dalam belajar, maka faktor yang mempengaruhi belajar itu dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor yang berasal dari dalam diri pelajar (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar pelajar (faktor eksternal). Aktifitas belajar bagi setiap inividu berbeda, tidak selamanya berlangsung secara lancar. Ada seseorang yang hanya butuh waktu sebentar untuk memahami, namun kandang dia butuh waktu yang lebih lama untuk memahami kepentingan yang sama. Hambatan ini yang menjadikan mahasiswa kesulitan dalam belajarnya. Menurut Sugihartono, dkk (2007: 155) faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu:
aFaktor internal
Faktor internal meliputi fisik dan psikis, yang termasuk fisik yaitu:

kemampuan  mengingat,  penginderaan,  usia  dan  jenis  kelamin  sedangkayang termasuk psikis yaitu: afeksi seperti perasaan dan percaya diri, motivasi, kematangan untuk belajar, kebiasaan belajar.
b. Faktor eksternal

Faktor eksternal meliputi faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi pembelajaran yang melputi: guru, kualitas pembelajaran, instrumen atau fasilitas pembelajaran baik yang berupa hardware maupun software serta lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.
1) Faktor internal

Faktor internal terdiri dari fisik dan psikis, fisik meliputi penginderaan, usia dan jenis kelamin, sedangkan psikis meliputi afeksi seperti perasaan dan percaya diri, motivasi, kematangan untuk belajar, kebiasaan belajar kemampuan intelektual.
a) Fisik

(1) Penginderaan

Ada lima indera yang ada didalam diri seseorang. penginderaan di perlukan dalam mengikuti mata kuliah dasar gerak renang terutama indera penglihatan yang berguna untuk melihat supaya tidak membelok arahnya ketika berenang. Selain itu indera pendengaran juga diperlukan untuk mendengarkan instruksi dari pengajar serta indera yang lainnya.
(2) Usia dan Jenis kelamin

Ada tiga masa dalam usia yaitu masa kekanakan, masa remaja dan  masa  tua.  Masa  remaja  atau  masa  muda  merupakan  maskeemasan  seseorang  bila  dibandingkan  dengan  masa  kekanakan dan   masa  tua setela masa  tua   kemampuan   akan   semakin menurun. Jenis kelamin terdiri dari laki-laki dan perempuan, di antara kedua tersebut mempunyai perbedaan fisik, kekuatan, dan lainnyaSecara  umum  fisik  laki-laki  lebih  kuat  dibandingkan dengan perempuan namun dengan demikian permpuan tidak boleh diremehkan karena perempuan juga memiliki kelebihan lain.
b) Psikis

(1)  Afeksi

Ranah afeksi adalah ranah yang lebih berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afeksi mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.
(2)  Motivasi

motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuayang dikehendaki dapat tercapai. Dalam  motivasi belajar dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka pemenuhan harapan dan dorongan dalam hal ini adalah pencapaian tujuan. Motivasi bisa berasal dari diri sendiri dan juga dapat berasal dari orang lain.
Faktor-faktor Kesulitan Belajar


(3)  Kematangan untuk belajar

Kematangan  dalam  belajar  merupakan  suatu  kondisi  fisik dan menta yan matang   pada   seoran dala penerimaan pengetahuan, pengalaman dan latihan, Antara lain kondisi fisik, kondisi motorik dan sensorik siswa, seperti menulis dan mendengarkan pengarahaguru. Kondisi mentayaitu berkaitan dengan proses berfikir dan sikap siswa dalam merespons pelajaran.
(4)  Kebiasaan belajar

Kebiasaan  belajar bukan  bakat  alamiaatabawaadari lahir. Setiap orang dapat membentuk sendiri kebiasaan itu. Kebiasaan belajar yang baik akan timbul didalam diri kita jika kita berniat untuk melakukannya. Cara seseorang melakukan kegiatan belajar akhirnya akan  membentuk kebiasaan belajar inilah  yang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan efektif tidaknya usaha belajar yang dilakukan.
(5)  Kemampuan intelektual

Kemampuan intelektual adalah kemampuan untuk menyimpan dan memanggil kembali informasi yang telah disimpan sebelumnya. Setiap individu mempunyai daya ingat yang berbeda- beda, jika daya ingat sering di asah maka akan menjadi lebih bagus.


2) Faktor eksternal

(1)  Dosen

Kecakapan pengajar dalam tugas mengajar dapat diartikan sebagai kemampuan atau keahliannya melaksanakan kompetensi mengajar.
Menurut Abdul Rachman Abror (1993: 141) ada 10 kompetensi mengajar yang harus dikuasai yaitu:
(a) Menguasai bahan.
(b) Mengelola program belajar mengajar. (c) Mengelola kelas.
(d) Menggunakan media atau sumber. (e) Menguasai landasan kependidikan.
(f) Mengelola interaksi belajar mengajar.
(g) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.
(h) Mengenal    fungsi    dan    program    bimbingan    dan penyuluhan.
(i) Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. (j) Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil
pendidikan guna keperluan mengajar.

Didalam hubungan guru dan peserta didik yang baik, peserta didik akan menyukai gurunya dan juga akan menyukai pelajaran yang diajarkan. Sehingga peserta didik berusaha mempelajari sebaik-baiknya. Hal tersebut juga terjadi sebaliknya, jika peserta didik membenci gurunya, ia segan mempelajari mata kuliah yang diberikan, akibatnya pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Pengajar  yang  kurang  berinteraksi  dengan  peserta  didik  secara akrab menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang lancar.


(2)  Kualitas pembelajaran

Kualitas   pembelajaran   merupaka tingkat   pencapaian tujuan  pembelajaran,  termasuk  dalapembelajaran  seni. Pencapaian tujuan tersebut berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap melalui proses pembelajaran.
(3)  Instrumen atau fasilitas pembelajaran

Instrumen dan fasilitas erat hubungannya dengan cara belajar mahasiswa. alat dan fasilitas pembelajaran yang lengkap akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran atau materi yang diberikan kepada mahasiswa. kurangnya alat fasilitas akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. Supaya pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal efektif dan efisien perlu dibutuhkan instrumen atau fasilitas yang baik dan berkualitas.
(4)  Lingkungan


Proses pendidikan pada umumnya akan selalu berhubungan atau tidak pernah lepas dari pengaruh lingkungan. Lingkungan pendidikan merupakan segala sesuatu yang melingkupi proses berlangsungnya pendidikan. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.