Pedoman Belajar Renang

Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman  individu  dalam  interaksinya  dengan  lingkungan  (Moh.  Surya
1981: 32). Renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat (Muhajir, 2004: 166). Jadi belajar renang adalah  proses memperoleh perubahan tentang  aktivitagerak di  air yang melibatkan seluruh anggota tubuh.
Dalam bidang pendidikan, guru  berperan meningkatkan proses belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan. Dengan memperhatikan keadaan dan kepentingan anak didik yang didasarkan atas nilai-nilai dan norma-norma pendidikan yang terarah pada tercapainya tujuan pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas proses belajar mengajar perlu memperhatikan instrumental yang meliputi kurikulum,program, materi, sarana dan prasarana fasilitas metode, dan  penilaian. Di samping itu  diperlukan pula suatu  pola pembelajaran  yang  memenuhi  kriteria  sederhana  dan  praktis  serta  berlaku untuk semua pembelajaran pendidikan jasmani.


Untuk belajar renang sebaiknya dilakukan bertahap, dari yang mudah ke yang sulit, mulai dari mengenal air hingga sampai dapat melakukan renang dengan mahir. Selain itu belajar renang juga dapat dibantu menggunakan alat atau media renang untuk mempermudah dalam melakukannya. Jika seseorang dapat mengapung di air dengan baik maka didalam mempelajari renang akan cepat menguasainya, sebab ini merupakan pokok dasar dalam berenang.

Praktek mengajar renang mempunyai tujuan, yaitu agar penguasaan keterampilan gerak dengan teknik yang benar serta sesuai dengan peraturan yang   ada Untuk   itu,   seorang   pendidik   harus   bisa   menguasa bahan pembelajaran yang akan diajarkan. Dalam mencapa tujuan akhir dari pembelajaran renang,tidak boleh dilupakan bahwa proses pembelajaran tetap di dalam ruang kingkup pendidikan jasmani. Jadi bukan berarti menyampaikan materi-materi pembelajaran terfokus kepada gerakan-gerakan yang teknis saja namun didalam penyampaianya atau penyajiannya harus diberikan variasi- variasi yang bersifat pendidikan jasmani.