Renang Gaya Dasar

Gaya dasar adalah dasar dari gaya yang lebih rumit yaitu gaya lanjut (Sismadiyanto dan Ermawan Susanto, 2008: 43). Apabila mempelajari renang maka perlu mengetahui sifat-sifat air antara lain benda cair, temperatur lebih rendah  dari  udara  sekelilingnya,  air     mempunyai  tekanan  atau  tahanan, sehingga kalau jatuh di air tidak akan sakit. Menurut (Sismadiyanto dan Ermawan Susanto, 2008: 43)  ada dua macam renang gaya dasar yaitu:



a. Gaya bebas (crawl)

Gaya bebas adalah gaya yang gerakan kakinya naik turun bergantian kaki kiri dan kaki kanan, gerakan lengannya mendayung satu persatu bergantian antara lengan kiri dengan lengan kanan sedangkan posisi badannya  telungkup.menurut  Sismadiyanto  dan  Ermawan  Susanto (2088:45) teknik dasar gerakan gaya crawl yaitu   gaya crawl dapat dibagi kedalam posisi tubuh, gerak lengan,  gerak tungkai, bernapas, dan gerak koordinasi.
1) Posisi tubuh

Posisi tubuh dalam renang gaya bebas yaitu mengapung, merentang lurus, horisontal dengan posisi telungkup, posisi tubuh sejajar dengan air. Posisi kepala agak lebih tinggi dari pada kedua bahu guna menurunkan posisi pantat dan kedua paha. Dengan demikian kedua kaki turun dan dapat melakukan gerakannya dibawah permukaan air. Posisi tubuh tersebut harus dilakukan dengan rileks agar energi dapat dihemat. Sementara itu, posisi tubuh horisontal sangat berguna untuk memperkecil tahanan air terhadap gerak kucuran.
2) Gerak lengan

Kedua lengan secara bergantian meluncurkan tubuh di dalam air, dari mulai posisi lengan merentang lurus ke depan, posisi lengan bongkok dibawah  tubuh,  posisi  lengan  lurus  kebelakang  dekat  paha,  dan  posisi lengan di udara (diatas permukaan air) untuk kembali ke posisi semulaDaya gerak dari dorongan lengan harus selalu dapat mengkover gerakan lengan yang sedang melakukan recovery di udara.
3) Gerak tungkai

Tungkai bergerak keatas dan kebawah untuk memperluas perkenaan permukaakaki  pada  waktu  menekan  airTekanan  permukaakaki terhadap  air  merupakan  sumber  kekuatan  untuk  menghasilkan  luncuran tubuh lebih cepat. Gerakan tungkai dimulai dar pangkal paha secara bergantian seperti gerakan pecut. Pertahankan kedua tungkai agar selalu lurus ketika melakukan gerakan keatas. Pada waktu melakukan gerakan ke bawah (menendang), paha lebih dulu bergerak, diikuti dengan ltut  yang lurus dan permukaan kaki bagian bawah, seperti sebuah pecut. Gerakan memecut oleh tungkai bagian bawah merupakan tahap yang paling banyak menghasilkan power bagi luncuran. Kaki dan ujuung jari kaki tidak menunjuk ke bawah, sebab hal ini dapat menyebabkan pergerakan sendi yang kaku. Untuk dapat menendang secara efektif, sendi kaki harus longgar lurus dan rileks.
4) Gerakan ambil napas

Tuntaskan satu gerakan napas dalam satu lingkaran gerakan lengan. Tengokkan muka ke samping kiri dan kanan sisi lengan yang sedang melakukan gerakan mendorong dibawah air, hingga mulut berada di permukaan air, ambilah napas dengan cepat melalui mulut, akhiri gerakan ambil napas bersamaan dengan akhir gerakan dorongan lengan di dalam airKembalikan muka ke dalam air dan keluarkan udara melalui mulut atau melalui mulut dan hidung secara bersamaan.
5) Koordinasi lengan dengan tungkai dan kaki

Gerakan koordinasi dalam gaya crawl diarahkan pada proporsi gerakan tungkai lengan. Koordinasi dilakukan minimal dengan proporsi satu pukulan, artinya satu kali gerakan tungkai dan satu kali gerakan lengan. Mmakin  banyak  gerakan  tungkadan  semakin  sedikit  gerakan  lengan dengan irama gerakan yang proporsional, maka akan semakin baik luncurannya. Namun demikian, pada umumnya koordinasi gaya crawl ini dilakukan dengan tiga pukulan, artinya tiga kali gerakan tungkai, satu kali gerakan lengan.
b. Gaya dada

Teknik dasar gerakan gaya dada menurut Sismadiyanto dan Ermawan Susanto (2008: 71), teknik gaya crawl dapat dibagi kedalam posisi tubuh, gerak lengan, gerak tungkai, bernapas, dan gerak koordinasi.
1) Posisi tubuh

Posisi tubuh dalam gaya dada hendaknya lurus merentang mendatar pada permukaan air. Kepala, yang berfungsi mengendalikan posisi badan, sedikit diangkat lebih tinggi dari pada bahu. Kedua lengan dan tangan diluruskan ke depan, dengan telapak tangan menghadap kebawah. Kedua tungkai diluruskan kebelakang secara penuh dibawah permukaan air, sendi kaki di luruskan ke belakang, tetapi tidak kaku dan telapak kaki menghadap keatas.



2)  Gerakan lengan

Dari posisi luncuran telungkup dengan kedua lengan menjulur kedepan, putarkan pergelangan tangan sehingga jari tangan mengarah kebawah. Tekuk sikut sedikit dan arahkan jari tangan ke arah bawah dan luar. Angkatlah dagu pada saat tangan melakukan tarikan, sikut selalu lebih tinggi  dari  tangan,  dan  agak  membengkok  mengikuti  gerakan  tangan. Tenaga dorongan seharusnya datang dari tarikan telapak tangan. Tarikan tangan diusahakan agar tidak pernah melebihi batas bahu. Setiap gerak menarik lengan, rata-rata dilakukan hanya setengahnya atau setengah dari gerakan lengan, apabila dilakukan secara penuh. Selanjutnya tangan ditarik kebawah dagu untuk mengawali gerakan recovery. Untuk melakukan recovery, masukkan muka kedalam air, dorong dan luncurkan kedua lengan kedepan, hingga siap melakukan gerakan tangan berikutnya.
3)  Gerakan tungkai

Awal gerakan tungkai diawali dengan membengkokkan paha, lutut, dan sendi kaki untuk menarik kaki pada posisi dekat dengan pantat dan paha. Pada saat kedua kaki mendekati paha, putarkan pergelangan kaki ke luar hingga kedua ujung jari kaki menghadap keluar. Luruskan kedua lutut dan tekanlah air dengan kedua telapak kaki ke luar dan belakang hingga kedua lutut lurus ke belakang samping. Selanjutnya, rapatkan kembali kedua tungkai hingga rapat lurus horizontal pada permukaan air.



4)  Gerakan ambil napas

pada saat lengan melakukan gerak menarik dari depan kebawah dagu, doronglah dan angkatlah dagu hingga pada permukaan air untuk melakukan pengambilan napas. Jangan lakukan angkatan kepala secara berlebihan akan tetapi hanya didorong dan mengangkat dagu pada permukaan air. Pngambilan napas dilakukan kira-kira selama setengah detik, yaitu pada saat mulut berada diatas  permukaan  air.  Setelah  itu,  masukkan  kembali  muka  kedalam  air, sambil lengan melakukan gerakan recovery. Tahanlah napas dan keluarkan napas selama melakukan luncuraan dan awal pase gerakan tangan.
5)  Gerakan koordinasi lengan, tungkai dan napas


Dari posisi telungkup, mulailah melakukan gerakan menarik lengan dan angkat dagu ke atas. Sementara lengan ditarik dan kepala diangkat, tekukan lutut untuk melakukan gerakan recovery pada kaki. Pada saat yang sama,  lakukan  pengambilan  napas.  Pada  saat  tangan  melakukan  rotasi dibawah bahu, persendian kedua kaki sedang melakukan putaran kearah luar, untuk melakukan persiapan dorongan kaki gaya dada. Masukkan muka kedalam air, pada saat meluruskan kedua lengan kedepan dan mendorong kaki kebelakang. Luruskan tubuh pada saat terjadi luncuran, pertahankan luncuran agak lama sambil membuang napas.