Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani merupakan modal utama bagi semua kehidupan manusia. Olahragawan membutuhkan tingkat Kebugaran jasmani yang baik untuk dapat membantu tercapainya prestasi olahraga yang tinggi, para pekerja, karyawan membutuhkan kebugaran jasmani yang cukup untuk bekerja dengan baik, sehingga dapat meningkatkan daya  kerja  dan  produktifitas  yang  tinggi  tak  terkecuali  para  manusia lanjut usia juga membutuhkan Kebugaran jasmani untuk kesehatannya. Demikian  juga  para  anak  balita  maupun  anak-anak  sekolah membutuhkan tingkat Kebugaran jasmani yang lebih baik untuk perkembangannya dan untuk dapat belajar dengan baik. Dengan dimilikinya kebugaran jasmani yang baik diharapkan mampu untuk berfungsinya tubuh secara efektif dan efisien untuk tahan terhadap penyakit kurang gerak (hipokinesis).
Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 10) bahwa, “kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga dapat menikmati waktu luangnya”. Sedangkan Sadoso Sumosardjuno (1989: 42) menyatakan bahwa, “kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugas sehari-hari dengan mudah, tanpa merasa lelah yang  berlebihan,  serta  mempunyai  cadangan  tenaga  untuk  menikmatwaktu senggangnya dan untuk keperluan mendadak”. Dari sumber lain Rusli Lutan (2002: 7) mengemukakan bahwa, “makna kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas.”  Kebugaran  itu  dicapai  melalui  sebuah  kombinasi  dari latihan teratur dan kemampuan yang melekat pada seseorang. Menurut Sharkey (2003: 3) bahwa, “kebugaran jasmani merupakan bagian dalam pemeliharaan kesehatan, semakin tinggi tingkat kebugaran jasmani seseorang, maka akan semakin baik tingkat kesehatan seseorang”.
Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani (physical fitness) adalah satu aspek dari kebugaran menyeluruh (total fitness). Kebugaran jasmani penting bagi semua orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan dimilikinya kebugaran jasmani yang baik orang akan mampu melaksanakan aktivitas kesehariannya dengan waktu yang lebih lama dibanding dengan orang yang memiliki kebugaran jasmani yang rendah (Suharjana, 2004: 3) Pada dasarnya kebugaran jasmani menyangkut kemampuan penyesuaian tubuh seseorang terhadap perubahan faal tubuh yang disebabkan oleh kerja tertentu dan menggambarkan derajat sehat seseorang untuk berbagai tingkat  kesehatan  fisik.  Sedangkan  Mikdar  (2006:  45)  berpendapat bahwa, “kebugaran jasmani menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengerjakan tugas secara fisik pada tingkat moderat tanpa lelah yang berlebihan”.
Berdasarkan pendapat diatas, jelaslah bahwa setiap aktivitas fisik (fisik   mendapat   pembebanan)   dibutuhkan   suatu   tingkat   kebugaran jasmani yang didukung oleh faal tubuh yang selanjutnya akan mengubah kebugaran   jasmani.   Kebugaran   jasmani   memberikan   kesanggupan kepada  seseorang  untuk  menjalankan  kehidupan  yang  produktif  dan dapat menyesuaikan diri pada tiap-tiap aktivitas fisik. Dapat diketahui bahwa untuk dapat melakukan suatu kerja diperlukan kondisi jiwa raga yang sesuai dengan tingkat kerja tersebut. Merujuk pada pendapat para ahli   diatas   dapat   ditarik   kesimpulan   kebugaran   jasmani   adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dengan mudah, tanpa kelelahan yang berarti dan masih dapat menikmati waktu luangnya serta dalam keadaan darurat masih mampu melakukan pekerjaan yang tidak terduga. Kebugaran jasmani (physical fitness) merupakan satu aspek dari Kebugaran jasmani menyeluruh (total fitness). Kebugaran jasmani memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk melakukan pekerjaan produktif sehari-hari tanpa adanya kelelahan berlebihan dan masih mempunyai  cadangan  tenaga  untuk  menikmati  waktu  senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan yang mendadak.