Teknik Passing Bawah Bolavoli

Passing bawah adalah penerimaan bola dengan gaya menggali. Passing bawah merupakan satu-satunya cara untuk menerima servis yang sulit atau bola liar, kemudian cepat-cepat pindah keposisi yang terbaik untuk menerima bola tersebut kemudian melakukan passing bawah sesuai dengan tujuannya mengarahkan bola. Passing bawah dapat dilakukan dengan dua tangan dan satu tangan, hanya saja teknik passing bawah dengan satu tangan hendaknya hanya dilakukan bila terpaksa atau tidak mungkin untuk melakukan passing bawah dengan dua tangan, misalnya: bola yang jatuh di sebelah kanan dan kiri badan dan cepat datangnya.
Dalam latihan passing bawah hendaknya dilatih teknik-teknik permainan bola yang meliputi: Penerimaan servis, Penerimaan bola smash, Penerimaan bola pantulan dari net. Prinsip pokok dalam melakukan passing bawah menurut Nuril Ahmadi (dalam Panduan Olahraga Bola Voli : 2007), sebagai berikut: memainkan bola dengan sisi dalam lengan bawah merupakan teknik bermain yang cukup penting. Kegunaan teknik lengan bawah antara lain: untuk penerimaan bola servis, untuk penerimaan bola dari lawan yang berupa serangan/smash, untuk pengambilan bola setelah terjadi blok atau bola dari pantulan net, untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang jauh di luar lapangan permainan, untuk pengambilan bola yang rendah dan mendadak datangnya.
Adapun teknik passing bawah adalah sebagai berikut : 
Sikap Permulaan
Bergerak ke arah datangnya bola dan atur posisi tubuh.
Genggam jemari tangan.
Kaki dalam posisi meregang dengan santai, bahu terbuka lebar.
Tekuk lutut, tahan tubuh dalam posisi rendah. 
Bentuk landasan dengan lengan.
Sikut terkunci.
Lengan sejajar dengan paha.
Pinggang lurus. 
Pandangan ke arah bola. 

Sikap saat perkenaan
Terima bola di depan badan.
Kaki sedikit diulurkan.
Berat badan dialihkan ke depan.
Pukullah bola jauh dari badan.
Pinggul bergerak ke depan. 
Perhatikan bola saat menyentuh lengan. Perkenaan pada lengan bagian dalam permukaan yang luas di antara pergelangan tangan dan siku.
Gerakan lanjutan
Setelah bola berhasil dipassing bawah maka segera diikuti pengambilan sikap siap normal kembali dengan tujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jari tangan tetap digenggam. 
Sikut tetap terkunci. 
Landasan mengikuti bola ke sasaran. 
Pindahkan berat badan ke arah sasaran. 
Perhatikan bola bergerak ke sasaran.

Kesalahan-kesalahan umum pada teknik passing bawah:
1.Lengan memukul ditekuk pada siku sehingga papan pemukul sempit akibatnya bola berputar dan menyeleweng arahnya.
2.Terlalu banyak gerakan lengan pukulan ke depan dibandingkan gerakan ke atas sehingga sudut datang bola terhadap lengan bawah pemukul tidak 90 derajat.
3.Perkenaan bola pada kepalan telapak tangan.
4.Kurang sejajar dari dua lengan bawah sebagai pemukul.
5.Tidak ada koordinasi yang harmonis antara gerakan lengan, badan dan kaki.
6.Terlalu eksplosif gerakan ayunan secara keseluruhan sehingga bola lari jauh menyeleweng.
7.Kurang menekuk lutut pada langkah persiapan pelaksanaan.
8.Perkenaan bola pada lengan bawah tyerlambat (lebih tinggi dari dada) sehingga bola arahnya ke atas belakang yang tidak sesuai dengan tujuan passing.
9.Bola tinggi yang sebenarnya diambil dengan dengan passing atas, mengapa pengambilan dilakukan dengan passing bawah.
10.Terlambat melangkah ke samping atau ke depan agar bola selalu terkurung di depan badan sebelum persentuhan bola oleh lengan pemukul.
11.Pemain malas melakukan passing atas terutama pada wanita setelah mengusai passing bawah.
12.Kurang dapat mengatur perkenaan yang tepat sesuai dengan datangnya bola (cepat, lambat, berputar atau tidak keadaan bola yang datang). 
13.Lengan pemukul digerakkan dua kali.
14.Lengan pemukul diayunkan lebih tinggi dari bahu.